Direktori Indonesia » Article Details

Warok

Kesenian WarokWarok – Setelah membahas mengenai reog Ponorogo, kali ini akan dibahas mengenai Warok. Warok ini juga tak lepas dari kesenian Reog. Hingga saat ini Warok masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya.

Pada umumnya kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup. Sehingga konon, seorang warok harus menguasai apa yang disebut Reh Kamusankan Sejati atau jalan kemanusiaan yang sejati.

Dalam sebuah cerita kesenian Reog, Warok disini merupakan sebuah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Dimana ada dua tipe warok, yaitu warok Tua dan warok muda. Untuk warok tua sebagai tokoh pengayom, sedangkan untuk Warok Muda merupakan warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seorang warok biasanya memiliki kekuatan gaib tertentu. Warok adalah sosok dengan stereotip: memakai kolor, berpakaian hitam-hitam, memiliki kesaktian dan gemblakan. Pada dasarnya seorang Warok adalah orang yang memiliki tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih.

Warok sendiri berasal dari kata wewarah. Dengan demikian maka Warok merupakan wong kang sugih wewarah (seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik).

Untuk dapat menjalankan peran seorang Warok, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan. Syarat seorang Warok adalah tubuh harus bersih karena akan diisi. Warok harus bisa mengekang segala hawa nafsu, menahan lapar dan haus, juga tidak bersentuhan dengan perempuan. Persyaratan lainnya, seorang calon warok harus menyediakan seekor ayam jago, kain mori 2,5 meter, tikar pandan, dan selamatan bersama. Setelah itu, calon warok akan ditempa dengan berbagai ilmu kanuragan dan ilmu kebatinan. Setelah dinyatakan menguasai ilmu tersebut, ia lalu dikukuhkan menjadi seorang warok sejati. Ia memperoleh senjata yang disebut kolor wasiat, serupa tali panjang berwarna putih, senjata andalan para warok.

Sampai saat ini warok sejati hanya menjadi sebuah legenda yang tersisa. Namun ada beberapa kelompok warok di daerah-daerah tertentu yang masih memegang teguh budaya mereka dan masih dipandang sebagai seseorang yang dituakan dan disegani, bahkan kadang para pejabat pemerintah selalu meminta restunya.

Ratings
You must be logged in to leave a rating.
(0 votes)