Reog Ponorogo – Masih ingatkah Anda dengan persengketaan Reog dengan Negara tetangga Malaysia? Tentunya masih ingat dong, Oleh karena itu kami akan menghaturkan artikel mengenai Reog Ponorogo. Pada dasarnya Reog ini merupakan salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dimana Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Dimana, jika Anda memasuki Kota Ponorogo, Gerbang kota Ponorogo dihiasi dengan sosok Warok dan Gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat Reog dipertunjukkan. Reog Ponorogo sendiri merupakan salah satu bukti budaya daerah di Indonesia, dimana masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Ada beberapa versi mengenai sejarah dari Reog. Namun berdasarkan versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah merupakan sebuah cerita mengenai seorang Raja Ponorogo yang berniat ingin melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning. Namun ditengah perjalanan Raja tersebut dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri.
Dimana pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Dimana seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya.
Sampai saat ini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka. Reog Ponorogo ini sebagai warisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacara dari perhelatan Reog Ponorogo sendiri menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam. Dimana pada umunya mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.
Dalam sebuah pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.
Biasanya dalam sebuah kesenian Reog Ponorogo ini juga tidak lepas dari Jatilan. Jatilan ini merupakan sekelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya.